Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

Cara Menentukan Harga Jual Produk Handmade-mu

Satu faktor operasional sekaligus pemasaran yang penting untuk diperhatikan ketika membuat dan menjual produk handmade adalah harga. Secara pemasaran, harga adalah faktor yang penting untuk menarik perhatian calon pembeli. Jika kamu memasang harga yang terlalu tinggi dibanding harga pasar pada umumnya, calon pembeli akan enggan untuk membeli produkmu dan lebih memilih produk lain yang lebih murah tapi dengan kualitas yang sama. Tapi kamu juga tentu tidak ingin menjual produk handmade-mu terlalu murah sampai-sampai kamu harus merugi.Tapi, tantangan dan kesulitan yang sebenarnya bukan di keputusan akhirnya, tapi pada proses perhitungannya. Sebagai penjual, kamu harus benar-benar memasukkan dan memperhitungkan semua sumber daya yang kamu gunakan untuk membuat satu produk (biaya produksi). Jika salah menghitung atau melewatkan satu sumber daya dalam hitungannya, harga yang kamu tentukan akan tidak sesuai atau tidak memberikan keuntungan tanpa kamu ketahui sebabnya apa.
Kali ini, kita akan membahas apa saja yang harus dihitung ketika kamu ingin menentukan harga produk handmade yang ingin kamu jual.

1. Hitung biaya bahan produknya

Faktor pertama yang paling mudah dan harus kamu perhitungkan adalah bahan. Catat apa saja bahan yang kamu gunakan untuk membuat satu produk, dan seberapa banyak kamu menggunakannya. Kemudian, cari tahu dan catat berapa harga dari tiap-tiap bahan tersebut, lalu jumlahkan.
Contoh: Kamu ingin membuat dan menjual sarung bantal dari kanvas dengan tulisan atau gambar lucu yang kamu lukis sendiri. Untuk membuat satu sarung bantal, kamu perlu kain kanvas yang harganya Rp 40.000 per meter, benang yang harganya Rp 2.500, dan resleting yang harganya Rp 2.500, dan cat akrilik yang harganya Rp 10.000. Lalu, kamu memerlukan Rp 5.000 untuk mengemas produknya sebelum dikirim. Jika dijumlah, berarti untuk satu produknya kamu perlu biaya Rp 60.000 untuk pembelian bahan.

Bahan baku
  • Kain kanvas Rp 40.000
  • Benang Rp 2.500
  • Resleting Rp 2.500
  • Cat akrilik Rp 10.000
  • Pengemasan Rp 5.000
HargaTotalRp 60.000

Tips: Untuk mengecilkan biaya bahan tanpa mengorbankan kualitas ideal yang kamu inginkan untuk tiap produkmu, sebaiknya beli bahannya dalam jumlah banyak sekaligus. Misalnya, daripada membayar Rp 40.000 untuk kain kanvas 1×1 meter, kamu mungkin bisa membeli satu gulung sepanjang 30 meter sekaligus dengan harga Rp 35.000 per 1×1 meternya. Toh kamu juga tidak cuma membuat satu produk, kan?

2. Hitung operasional lain yang digunakan

Pengeluaran berikutnya yang harus kamu masukkan dan hitung adalah semua biaya operasional yang bukan bahan atau tidak terikat pada satu produk saja. Contoh benda yang termasuk dalam kategori ini antara lain peralatan, sewa gedung/studio/bengkel, transportasi, biaya toko online (jika kamu menjualnya secara online), dan lainnya. Nah, untuk menghitung bagian ini secara akurat, kamu harus memiliki rencana yang jelas. Berapa banyak produk yang akan kamu buat dalam kurun waktu tertentu. Dari situ, kamu bisa menghitung biaya operasional yang kamu perlukan untuk satu produknya.
Contoh: Untuk membuat sarung bantal, kamu perlu mesin jahit yang harganya Rp 2 juta, satu set kuas lukis yang harganya Rp 50.000 dan gunting Rp 5.000. Lalu, kamu juga harus membayar biaya sewa studio/bengkel Rp 2,5 juta per tahun. Setelah itu, kamu berencana ingin membuat 100 produk selama setahun. Berarti menghitung biaya operasional untuk tiap produknya, kamu hanya perlu menjumlah semua biayanya lalu membaginya dengan 100. Untuk contoh yang ada di artikel ini, berarti untuk tiap produknya kamu mengeluarkan biaya operasional sebanyak Rp 45.550.

Sumber daya                       Biaya total                         Biaya per produk (/100)
  • Mesin jahit                       Rp. 2 juta                           Rp 20.000
  • Alat jahit dan lukis            Rp 55.000                           Rp 550
  • Sewa studio                     Rp 2,5 juta                          Rp 25.000
  • Total                               Rp 4,555 juta                      Rp 45.550
Tips: Untuk mengecilkan biaya operasional, kamu bisa meningkatkan jumlah produk yang kamu produksi. Misalnya kamu bisa menaikkan produksimu hingga 150 produk selama sehingga biaya operasionalnya turun jadi Rp 30.366 per produk. Atau, kamu juga bisa menghapus beberapa aset operasional yang tidak begitu mempengaruhi proses produksi. Mungkin kamu belum perlu menyewa studio.

3. Hitung waktu dan tenaga yang diperlukan

Membuat, mengelola, dan menjual produk handmade memerlukan waktu dan tenaga. Kamu harus memperhitungkan langkah apa saja yang harus kamu tempuh agar satu produk yang kamu buat siap untuk dijual. Berapa lama waktu yang diperlukan agar produk tersebut siap dijual? Lalu, seberapa banyak ‘gaji’ yang kamu ingin berikan untuk orang yang melakukan tugas itu? Dari situ, kamu bisa menghitung berapa biaya waktu dan tenaga yang diperlukan untuk tiap produk.
Contoh: Karena masih baru dan tidak memproduksi terlalu banyak produk, kamu masih bisa melakukan semua prosesnya sendirian.
Kamu menentukan bayaran untuk dirimu sendiri sebesar Rp 20.000 per jamnya untuk semua tugas (mulai dari proses produksi, pengelolaan, dan lainnya).Lalu, setelah dicoba, kamu ternyata perlu waktu 3 jam untuk membuat satu produknya. Berarti untuk tiap satu produk,kamu mengeluarkan biaya Rp 60.000 untuk waktu dan tenaga.
Keterangan:
  • Gaji Rp 20.000
  • Lama produksi per produk 3
  • BiayaTotalRp 60.000

Tips: Tergantung dari bagaimana caramu menghitung dan seberapa besar usahamu saat ini, menghitung biaya waktu dan tenaga mungkin akan sederhana (seperti di atas), tapi bisa juga sangat rumit (misalnya ketika kamu sudah punya pegawai yang punya tugas masing-masing). Tapi bagaimanapun, untuk memperkecil biaya di kategori ini, kamu harus berusaha membuat proses produksimu lebih efisien. Apakah ada langkah yang bisa dipersingkat atau dihapus? Apakah ada tugas yang bisa dikerjakan oleh satu orang saja? Dan sebagainya. Selain itu, kamu juga bisa bereksperimen dengan mengubah gajimu sendiri.

4. Tentukan harga jual sesuai target penjualanmu

Setelah menentukan semua biaya produksi di atas, langkah terakhir yang harus kamu lakukan adalah menentukan harga. Nah, menentukan harga ini tidak punya formula khusus sama sekali, dan kamu bebas menentukannya. Tapi, sebagai saran, sebelum menentukan harga, pertimbangkan dulu apa targetmu dalam jangka kurun waktu tertentu (misalnya setahun). Jika kamu baru mulai berjualan dan ingin membangun reputasi terlebih dulu, kamu mungkin bisa mulai berjualan dengan harga yang sama dengan biaya produksi atau hanya sedikit lebih tinggi (misalnya di tambah Rp 5.000). Tapi jika kamu ingin mengembangkan usahamu, kamu harus tahu seberapa besar kamu ingin mengembangkannya, dan berapa banyak keuntungan yang diperlukan untuk mencapai itu.
Contoh: Setelah setahun ini menjual satu lini produk yaitu sarung bantal, kamu ingin menjual lini produk baru tahun depan. Setelah melakukan riset kecil-kecilan,
kamu ternyata hanya perlu modal tambahan sebesar Rp 1,5 juta. Itu berarti 10 persen dari hasil penjualan 100 sarung bantal yang kamu buat tahun ini (Rp 165.550 x 100 = Rp 16.555.000).
Berarti untuk sarung bantal yang kamu buat tahun ini, kamu harus menjualnya dengan tujuan mengambil untung 10 persen dari biaya produksi, yang berarti Rp 165.550 + Rp 16.555, yang jika dibulatkan berarti Rp 182.000 per produk.
  • Sumber                                          dayaBiaya
  • Bahan                                            Rp 60.000
  • Operasional                                    Rp 45.550
  • Waktu dan tenaga                           Rp 60.000
  • Target keuntungan 10 %                 Rp 16.555
  • Total                                              Rp 182.105
Pertimbangan untuk menentukan harga ini mungkin terkesan rumit, padahal di tabel hanya ditulis sebagai “Target keuntungan 10 persen”. Tapi semua pertimbangan itu penting agar harga produk yang kamu tentukan bisa membuatmu usahamu membuat dan menjual produk handmade berkembang ke arah yang tepat dan sesuai keinginan. Singkatnya, tentukan harga untuk prospek dan tujuan ke depan.

Bonus: pertimbangkan juga faktor eksternal ini

Dari perhitungan di atas, kamu memang bisa menentukan harga sebenarnya dari produk handmade yang kamu buat dan jual. Tapi, apakah calon pembelimu setuju dan mau membeli dengan harga itu? Mungkin ya, dan mungkin juga tidak. Ada beberapa faktor luar yang mempengaruhi harga ideal dari produk yang kamu buat, dan kamu harus mencari tahu berapa kisaran harga ideal tersebut, kemudian melakukan beberapa penyesuaian agar harga jual produkmu sampai di titik yang diterima oleh calon pembeli.
Untuk mencari tahu harga ideal produkmu yang bisa kamu lakukan adalah :

1.melakukan riset mengenai harga produk lain yang mirip dengan yang kamu jual. Di mana posisi produkmu jika dijual dengan harga yang sebenarnya. Apakah ada orang yang menjual produk yang sama dengan harga segitu? Berapa harga produk lain yang sejenis? Tapi, ingat, bedakan rentang harga untuk produk sejenis yang diproduksi secara masif dengan yang dibuat secara handmade dan punya keunikan khusus. Kamu tetap bisa melihat harga untuk produk yang diproduksi secara masif sebagai referensi, tapi produk itu bukanlah saingan langsung untuk produk yang kamu jual.

2.mencari tahu siapa pembelimu. Siapa yang membeli atau akan membeli produkmu? Bagaimana daya beli mereka? Lalu, untuk apa dan bagaimana pembeli menggunakannya? Jika setelah beberapa lama berjualan ternyata produkmu dibeli oleh orang-orang yang sudah bekerja dan terus dipakai sampai bertahun-tahun atau tahan lama, kamu mungkin bisa menjual produkmu dengan harga yang sedikit lebih tinggi, dengan alasan bahwa tiap pembeliannya merupakan investasi jangka panjang. Tapi jika ternyata pembelimu kebanyakan anak muda usia kuliah, kamu mungkin perlu menurunkan harga produkmu.

3.uji coba dan melihat respon orang lain. Setelah kamu menentukan harga yang menurutmu sesuai dan masuk akal, coba lihat hasil penjualannya. Apakah sesuai keinginan? Coba juga minta pendapat danfeedback dari pembeli, penjual lain, atau orang lain yang menurutmu mengerti. Atau, kamu juga bisa membuat dua produk yang tidak jauh berbeda secara model, tapi punya biaya produksi yang sama, dan memasangnya masing-masing dengan harga yang berbeda. Lalu, lihat hasil penjualannya, mana yang lebih laku?

Ketika kamu menghitung dan menentukan harga produkmu yang sebenarnya dan melakukan riset pasar, harga produkmu yang sebenarnya dan harga produkmu yang ideal mungkin akan berbeda satu sama lain. Itu tidak masalah, tapi kamu harus tahu kenapa perbedaan itu muncul. Coba lihat kembali daftar hal yang masuk ke biaya produksimu, lalu coba ubah beberapa hal. Apakah kamu harus menurunkan kualitas bahannya? Apakah alat dan biaya operasionalmu terlalu besar (mungkin kamu membeli mesin jahit yang terlalu mahal)? Atau apakah ada langkah atau proses yang bisa lebih efisien dan tidak memerlukan pegawai tambahan? Setelah mengidentifikasi itu dan melakukan penyesuaian yang perlu, kamu harusnya bisa menjual produkmu dengan harga yang tepat.

Ingat, harga produkmu bukanlah sesuatu yang sifatnya permanen. Seiring terjadi perubahan pada tokomu, kamu juga akan mengevaluasi kembali harga produkmu dan cara kamu menentukannya.

 sumber dari : 
Ira TsabitaBoneka
http://blog.qlapa.com/cara-menentukan-harga-jual-produk-handmade-mu

Selasa, 03 Februari 2015

Membuat FP/Halaman di FB untuk promosi hasil karyamu

Teman2 dengan semakin ketatnya pengawasan admin fb terhadap akun2 pribadi ,
maka untuk menjual hasil karyamu sebaiknya hanya di FP agar akun pribadimu tidak terkena suspend/banned/dimatikan oleh pihak fb.
Yang belum pernah sama sekali membuat FP ini langkah2nya ya ...
mudah kok

Langkah-langkah membuat FP dari komputer
  1. Ketika berada di "beranda/home" pada bagian kiri beranda setelah profil anda terdapat "KabarHalaman/ Page feed" bergambar bendera , klik pada link itu sehingga terbuka informasi dari FP yg kita like.
  2. Pada pojok kanan atas carilah dan klik kotak hijau bertulis "Create Page" atau "Buat Halaman" sehingga akan keluar kotak2 bergambar
  3. Pilih "Tempat atau Bisnis Lokal/Local Business"
  4. Pilih Kategori yg kira2 sesuai , dan isi formulirnya terus klik "Memulai"
  5. Ikutilah langkah2 berikutnya secara berurutan ...selamat anda sudah memiliki Fans Page(FP)/Halaman yang bisa anda gunakan untuk bisniss anda ^_^
Langkah-langkah membuat FP dari HP
  1. Bukalah FB dengan browser bawaan HP karena biasanya fitur2nya lebih lengkap 
  2. Klik pada pojok kiri atas tanda garis tumpuk3.Scroll kebawah sampai ketemu tulisan "Buat Halaman Baru"
  3. Isi Nama untuk Halaman/FP sesuai keinginan
  4. Pilih kategori dan klik mulai ... selamat anda sudah memiliki FP

Cara membuat album foto FP dari hp.
Yang pasti anda sudah login ke fb

. Lalu ambil Url di bawah inihttps://www.facebook.com/albums/create.php?

. Ubah Url di atas gdn menambahkan ID fanspage anda di belakangnya dgn format id=Angka ID fanspage anda

Sebagai contoh:ID fanspage 2xxxxxxxxxxxxx

maka Url di ubah menjadi seperti di bawah ini

>https://www.facebook.com/albums/create.php?id=2xxxxxxxxxxxxx

setelah di edit salin dan tempel di Adres Bar. maka anda akan mendapatkan halaman untuk membuat album foto

Selanjutnya anda tinggal isi nama album, dan Klik Buat Album

jika kolom nama album tidak di isi maka akan menjadi Album tanpa judulSelanjutnya tinggal unggah foto foto anda dan selesai.


Untuk mengelola FP ada tips-tips nya di link berikut
https://www.facebook.com/notes/handicraftqta/tips-untuk-mengelola-fans-page-dari-etsy/214982445324465

sumber: Ira TsabitaBoneka

Kamis, 11 Desember 2014

Apa itu produk Handmade?

HANDMADE itu adalah sesuatu yang dibuat oleh seorang individu bukan dari suatu produck yang dibuat secara masal. Hal ini berpengaruh dengan bahan dan mesin yang digunakan. handmade, biasanya limited edition... susah didapat, karena hanya di produksi sedikit/terbatas dalam jangka waktu tertentu, maklum kan bikinnya memakai tangan dan beberapa mesin pendukung .... jadi bukan berarti secara arti letterlux nya bikinan tangan thok, tapi juga membutuhkan peralatan/mesin untuk rumahan dalam batasan tertentu .

Indonesia memang negara unik, bisa bayangkan tidak, di Indonesia apa apa yang dibuatan dengan tangan (hand made) selalu lebih murah jika dibandingkan dengan produk buatan pabrik. Semisal perlengkapan furniture(kursi, meja, almari) buatan tangan selalu dihargai murah, beda dengan yang buatan pabrik selalu lebih mahal karena mungkin lebih rapi dan bagus, tapi kurang mempunyai jiwa atau roh. Beda dengan di negara lain, produk buatan tangan (hand made) pasti lebih mahal, karena mereka menganggap buatan tangan lebih sulit dan ada nilai seninya.

Seharusnya produk handmade memiliki kesan beda, kenapa? Karena handmade tidak memungkinkan adanya produksi masal. Sehingga produk handmade pastilah eksklusif. Belum tentu sama dengan orang lain. Selain itu produk handmade biasanya dibuat dengan detil dan cita rasa tinggi (walau mungkin sebenarnya cuma penggambaran di iklan-iklan saja). Tapi betul, craftmen atau disainer yang membuat produk handmade ini pastilah membuat satu barang itu dengan pengawasan tinggi, karena cuma dibuat sedikit. Selain itu jahitan atau tekanan dan guratan atau sapuan warna yang dibuat oleh si seniman sendirilah yang memberi “keunikan” dari sebuah produk handmade.

Jadi, kalau bisa disimpulkan sih apa yang sebenarnya di jual dari kata-kata Handmade itu sendiri, adalah EKSKLUSIF! Itulah yang membuat produk2 handmade seperti sepatu italia atau tuxedo mentereng itu mahal harganya. Karena sedikit (eksklusif). Misal, bmw handmade hanya ada 7 di dunia. Atau ponsel bertahtakan berlian yang hanya diproduksi 200 di dunia. 200 itu tentu sedikit jika dibandingkan ponsel pabrikan yang jumlahnya jutaan diseluruh dunia. Kata handmade menawarkan keunikan yang eksklusif.

Contoh lain, jam tangan dari swiss, jika semisal merk jam Rolex buatan pabrik paling dijual harga 10 jutaan, tapi jika jam Rolex itu dibuat manual tangan manusia (hand made) harga bisa mencapai 200 juta. Beda jauh bukan, mereka lebih menghargai hasil buatan manusia daripada buatan pabrik.
Signature (ciri khas) dari tiap-tiap produk handmade lah yang membuat harganya mahal. Misal, Satu sepatu dengan merek sama yang biasanya ada di mall besar di Jakarta harganya sekitar 1-3 juta rupiah, dipameran (diluar negri) sekitar 7-9 juta rupiah. Customer bisa memilih sendiri bahan untuk sepatunya, warnanya, talinya, solnya, bahkan ring pengikat tali sepatu pun bisa dipilih sendiri oleh konsumen. 7 juta itu baru biaya jahit loh… hahaha tapi ini tentu saja baru terjadi di luar negri.

Jadi hargailah karya hadmademu sendiri dan ayo majukan produk handmade Indonesia ^_^


sumber:
http://handmade-grotegebet.blogspot.com/2011/03/apa-itu-handmade.html
http://www.tivasi.com/product.php?category=8&product_id=1162
http://rosinsko.wordpress.com/2012/06/18/lapdangmat-dan-analisis-sepatu-bandung-apakah-hand-made-adalah-sebuah-nilai-jual/

Diringkas oleh Ira TsabitaBoneka






Selasa, 18 November 2014

Hak Paten apakah itu?

Karena tiada habisnya permasalahan contek mencontek dan copycat ada baiknya teman2 crafter membaca tentang Hak Paten .Ini adalah penjelasan dari ibu Kamila Hetami yang menguasai ilmu tentang HKI karena beliau bekerja disana. yg saya rangkum dengan ijin beliau.

Paten ada dua jenis: paten produk dan paten proses.
Syarat suatu produk/proses bisa dipatenkan ada 3:
(1) ada unsur kebaruan
(2) terdapat inventive steps
(3) dapat diterapkan di dunia industri.

Jadi jika ingin mematenkan tekhnik pembuatan/proses harus dilihat dulu:
Tekniknya inovatif kah?Apakah selama ini belum pernah ada yang menemukan (ada inventive steps nya)? Bisa saja sih dipatenkan kalau dia menemukan teknik tertentu yang ada inventive steps nya.
Sebagai contoh teknik pembuatan tempe. Produknya sama2 tempe seperti pada umumnya. Tapi proses pembuatan tempe di AS dan Jepang dan dipatenkan di sana berbeda dengan proses pembuatan tempe di Indonesia.
Yang menilai nanti Ditjen HKI. Apakah memenuhi tiga syarat yang saya sebutkan di atas. Misalnya pun kalau syarat 1 dan 2 terpenuhi, syarat 3 (dapat diterapkan di dunia industri), pertanyaannya: apakah dia mau dan mampu membuatnya dalam industri? Atau sudah ada industri yang beritikad memakai tekniknya?

Hakikat suatu paten adalah menghindari adanya suatu klaim monopoli absolut atas suatu penemuan. Dengan adanya perlindungan paten justru membatasi penemu untuk mendapatkan menfaat ekonomis hanya selama 20 tahun. Selebihnya, maka penemuan tersebut harus dapat bermanfaat utk masyarakat banyak

Jadi  regime HKI itu sebenarnya regim hukum Barat yang baik menurut cara pandang mereka. Di satu sisi, mereka menghargai hasil karya cipta manusia, disisi lain mereka juga mengakui bahwa hasil olah pikir manusia tersebut adalah anugerah Tuhan.
Jadi, mereka mengambil jalan tengah: si pencipta diberi hak memanfaatkan secara ekonomis dengan sistem royalti.Tetapi syaratnya, ketika dia mendaftarkan HKInya maka dia HARUS membuka semua "rahasia"nya. Selama 20th (kalau HKInya berupa paten. Masing2 HKI punya masa perlindungan berbeda2) dia diberi hak utk mengeksploitasinya secara ekonomi. Setelah masa perlindungan habis, maka penemuan itu menjadi milik semua orang. Agar semua orang bisa memanfaatkannya. Misalnya seperti penemuan mesin mobil, listrik, lampu, yang sekarang kita nikmati bersama.

Nah, ada aliran lain mengenai HKI yang berseberangan, yang disebut copyleft. Dalam hukum Islam dan sebagian besar dunia Timur lebih banyak menganut paham yang ini. Itulah sebabnya seperti Bangsa Indonesia lebih kuat dalam hal folklore, indigenous knowledge, yang diwarisi turun temurun secara komunal. Cara pandang kita juga cenderung berbeda: kalau banyak yang niru karya cipta kita malah senang dan bangga..

Akibat masuknya hukum Barat ke Indonesia, dan kemudian diper"parah" dengan masuknya Indonesia menjadi anggota WTO dimana salah satu perjanjiannya mengenai HKI, mau tidak mau kita secara hukum mengadopsi regim HKInya juga.

Sekarang tergantung kita sebagai crafter, mau yang mana? Masing2 ada keunggulan dan kekurangannya.. Keunggulan regim HKI adalah apabila terjadi sengketa, maka penyelesaiannya lebih mudah karena semua file based. Ada bukti otentiknya..

*note : ibu Kamila Hetami juga crafter lhoo dan member grup FB HandicraftQta :)

Ditulis oleh: Ira TsabitaBoneka 
untuk grup HandicraftQta


Sabtu, 16 November 2013

Cara Menentukan Harga Produk (Flanel)

Beberapakali saya mendapat pertanyaan “Harga segini untuk produk A kemahalan nggak ya?” Atau, sering saya lihat harga-harga produk yang membuat saya berpikir “kok dia bisa membuat harga semurah ini ya?” (heran). Karena saya tahu, jika membuat 1 biji mudah, tapi setengah mati kalau membuat dalam jumlah banyak.
Ini adalah daftar kebingungan yang umumnya dirasakan “pembuka lapak baru” dalam menentukan harga.
  1.  Kita belum PD menentukan harga, karena kita berpikir…”apa iya barang buatan saya akan laku?” atau “aduuh, harga segini kemahalan nggak ya?” Inti dari pemikiran-pemikiran ini adalah takut karya buatan kita tidak laku.
  2. Kita ingin cepat menarik banyak pelanggan, sehingga membanting harga kreasi kita.
Menurut saya…pemikiran-pemikiran di atas adalah wajar/manusiawi. Tapi sangat tidak membangun. Karena, itu berarti kita meragukan kualitas karya kita dan kita menghargai karya kita sendiri dengan murah (padahal kita membuatnya dengan susah payah). Eittss….jangan tersinggung teman-teman! Ini adalah pengalaman pribadi saya. Saya juga pernah merasakan hal tersebut.

Tentu tidak salah jika kita membuat senang pelanggan dengan servis harga murah. Tapi jangan lupa untuk memberi harga pada jerih payah dan kreatifitas kita sendiri. Ada efek yang perlu kita pertimbangkan, jika kita membuat harga terlalu murah (dalam arti : tidak sesuai dengan apa yang telah kita keluarkan) atau hanya berdasarkan harga “lapak tetangga”.
  1. Kita menentukan harga yang terlalu murah, kemudian orderan mengalir deras. Awalnya kita akan senang. Tapi setelah merasakan, betapa capek dan ribetnya menyelesaikan orderan-orderan tersebut…baru kita tahu, ternyata harga yang kita buat tidak sebanding dengan jerih payah kita, padahal kita tidak bisa langsung menaikkan harga. Akhirnya….bosan, malas dan kualitas menurun alias ngerjainnya asal-asalan, karena kemudian kita akan berpikir “ ah, sudahlah..gini aja. Harganya murah juga”….
  2.  Bila kita sudah mulai malas dan bosan, kualitas produk pun menurun, otomatis kualitas diri kita juga menurun. Kita tidak mampu memikirkan kreasi-kreasi baru yang orisinil, dan ujung-ujung…kita hanya akan menjadi follower. Jika “upah”nya sebanding dengan kerja keras kita, tentu kita akan bersemangat untuk terus mengeksplor kreatifitas kita, sehingga produk-produk kita menjadi semakin variatif dan berkualitas jempol.
Lalu, bagaimana kalau ada pelanggan yang mengatakan/merasa harga kreasi kita kemahalan?? Yang kita garap/jual ini adalah barang-barang seni. Mahal dan murah itu relatif. Saya sering heran dengan lukisan abstrak yang menurut saya balita pun bisa membuat coretan-coretan itu. Tapi kenapa harga “coretan” tersebut tinggi sekali, dan ada yang mengagumi/mau beli lagi…?! Itulah seni. Selera dan pandangan orang masing-masing. Kalau orang itu sudah suka/cocok…harga berapapun dia bayar. Lain halnya kalau yang kita jual adalah sembako atau barang-barang kelontong yang punya HET (Harga Eceran Toko), jadi kita bisa membandingkan harga antar toko/penjual.

Selanjutnya… Saya akan share cara saya membuat harga (khususnya kreasi flanel).
Misal, saya akan membuat harga untuk ganci boneka aisyah.
  1. Tentukan dan hitung berapa rupiah biaya bahan baku untuk membuat ganci tersebut. Mulai dari kain flanel, benang, lem, manik mata, dakron dan renda (1 meter kain flanel tsb bisa menjadi boneka aisyah berapa buah,dst). 
  2. Kemasan ganci boneka. Kita kemas dengan plastik mika souvenir misalnya. Jika kita beli 1 pak Rp.5.000 (isi 100 lb), berarti kemasan kita hargai Rp.50 atau Rp.100 (terserah teman-teman,mau dihargai Rp.1000 pun boleh, tidak harus pas dengan hasil pembagian)
  3.  Label. Kadang-kadang ada yang berinisiatif membuat label yang unik dan tampak profesional, sehingga packaging-nya mampu menarik minat pembeli.
  4. Transport (bila perlu)
  5. Jasa pembuatan. Ini adalah upah untuk kerja keras teman-teman. 
  6. Laba. Hal terpenting dalam bisnis. Teman-teman bebas menentukan berapa % laba yang ingin diraih. Minimal 10%...karena jika di bawah 10%, bisnis kita akan sulit berkembang/terlalu lambat. Kecuali jika volume penjualan kita tinggi, maka keuntungan 5% pun sudah lumayan banyak.
Poin 1 – 6 adalah biaya produksi per 1 pc ganci aisyah. Dan ini belum selesai. Masih ada biaya promosi. Tentukan berapa % biaya promosi untuk setiap 1 pc ganci aisyah. Apa fungsi biaya promosi ini? Dari namanya, kita akan langsung tahu..bahwa biaya ini untuk promosi.
  1. Kadang-kadang ada teman/saudara yang minta untuk sampel. Nah,bayangkan jika ada 10 orang saja yang kita beri gratis, berapa biaya yang kita keluarkan (kecuali kita sudah niat memberikan), meskipun nantinya dari 1 sampel gratis tersebut akan membuka pintu orderan yang jumlahnya ribuan pc dengan keuntungan berlipat ganda. Tapi jika tidak/ lama tdk ada yang ngorder juga?! Tentunya apa yang kita keluarkan/berikan harus sudah ada biayanya…supaya tidak tekor alias mengambil dari kocek pribadi. Jadi biaya promosi kita bebankan pada masing-masing ganci boneka aisyah.
  2. Kita membuat promo, membeli 1 lusin bonus 1, atau belanja minimal Rp.100.000,bonus gantungan kunci aisyah. Bonus-bonus ini kita  ambil dari biaya promosi.
  3.  Kita sudah menetapkan harga grosir. Tapi pasti ada pelanggan yang menawar…minta diskon. Nah..dari biaya promosi inilah kita bisa memberikan potongan harga untuk pelanggan. Jadi kita tidak memotong biaya produksi.
Agar lebih jelas, saya buatkan simulasi cara menghitung harga ganci boneka aisyah.

     Jenis                                  Biaya (Rp)
Flanel                                     1000
Benang                                    100
Manik mata                               100
Renda                                      200
Dakron                                     200
Gantungan kunci                       200
Kemasan                                  200
Label                                       500
Jasa pembuatan/pc                  1000
Laba 20%                                600

Jumlah                                  4.100
Tambahan biaya promosi 20%  4.920


Jadi, biaya produksi/pc ganci boneka aisyah adalah Rp. 4.100.
Harga grosir Rp. 4.920 atau kita bulatkan Rp.5.000.
Ketika ada pelanggan yang meminta potongan harga, kita bisa memberi diskon misalnya 10% atau 15%...atau bahkan 20%. Range-nya adalah antara Rp.5.000 – Rp.4.100. Kita jangan sampai melepas harga di bawah Rp.4.100. Jadi kita tidak hanya “asal pantas /mengira-ira” ketika memberikan potongan harga, sudah ada perhitungan dan datanya.
Untuk harga eceran biasanya 2x harga grosir atau selisih sedikit dengan harga grosir. Terserah teman-teman dalam menentukan harga eceran.
Tabel di atas adalah simulasi sangat sederhana dalam menentukan harga. silakan teman-teman kembangkan sesuai kebutuhan.

Ini adalah cara saya dalam menentukan harga. Saya sekedar share. Jadi, misal ada cara lain yang digunakan teman-teman…itu sah-sah saja.

Kesimpulannya, saya tidak sedang mendorong teman-teman untuk membuat harga tinggi. Tapi buatlah harga sesuai dengan apa yang kita keluarkan. Jika harga sudah sesuai dengan apa yang kita keluarkan, tidak ada lagi istilah kemahalan. Boleh kita intip-intip harga “lapak tetangga”, jadikan sebagai referensi,  jangan dijadikan sebagai patokan. Karena, ingat..yang kita jual adalah barang seni, bukan sembako. Hal yang wajar jika produknya sama tapi harganya beda. Semoga bermanfaat ^^,

sumber: http://kreasinupi.blogspot.com/2010/12/cara-menentukanmembuat-harga-produk.html


Sabtu, 07 September 2013

Situs-situs Untuk Mempromosikan Blog Craft Ke Dunia Internasional

Teman-teman saya akan berbagi dengan anda sesama crafter agar bisa mempromosikan craft buatan Indonesia ke Internasional. Ini dia yang layak anda coba! Tentu untuk bergabung di situs ini harus mendaftar dulu secara gratis baru anda bisa memanfaatkan fasilitasnya :D

  1. Pinterest , http://pinterest.com/ situs ini lah yang pertama kali saya coba untuk mengenalkan blog saya dengan mengepin (duh apa ya terjemahan enak dari ' pin it'). Situs ini tempat yang menarik untuk mencari ide bagi para crafter tentu! karena ada ribuan tutorial gratis ada disini (pilih tab DIY dan Craft). Tapi hati-hati membuka situs ini di depan anak-anak karena cukup banyak foto-foto yang tak layak mereka lihat! 
  2. I Share Craft. Situs ini juga dilengkapi dengan foto dan link tutorial atau proyek. Klik di http://www.isharecrafts.com/submit-new/ untuk mendaftar {gratis} dan menyerahkan ide Anda.
  3. Craftgawker Situs ini memajang foto-foto dan link tutorial atau proyek. Klik di http://craftgawker.com/submit/ untuk mendaftar {gratis} dan menyerahkan ide Anda. tapi syarat utama foto harus bagus karena saya mengalami beberapa kali ditolak karena masalah foto :P
  4. Ucreate,  UCreate mempunyai ribuanTutorial DIY yang menge-link langsung ke situs/blog pemilik tutorial termasuk blog anda jika anda sudah memasangnya disana!. Anda bahkan dapat mejadi tamu yang memberi tutorial lengkap pada UCreate jika Anda disetujui! Klik di http://www.u-createcrafts.com/p/submit-tutorial.html  untuk mengirimkan ide Anda
  5. One Pretty Thing Situs ini memiliki tema yang digilir {umum DIYs, Holiday, Menjahit ...} tutorial dan kerajinan. Klik di http://www.oneprettything.com/?page_id=19  untuk mengirimkan ide Anda.
  6. Tip Junkie .Situs ini lebih seperti sebuah komunitas di mana anda memposting tutorial anda agar orang-orang mencari dan melihat. Klik di http://my.tipjunkie.com/signup untuk mendaftar secara gratis.
  7. CraftGossip , ini tempat ngegosip craft ! submit gosipnya ada di http://craftgossip.com/suggest-a-link/
  8. Freeneedle http://www.freeneedle.com/  silahkan anda coba
  9. Childmade. mudah daftarnya, mudah menambah link kita di http://childmade.com/add_links.php
  10. Totally Tutorials , Syarat yang harus dipenuhi diantaranya: harus berbahasa Inggris, bukan tutorial copy paste, dan link yg dikirim bukan jualan :P. Submit tutorial  di http://totallytutorials.blogspot.com/p/submit-your-tutorial_1.html , ga perlu daftar :)
Sumber: Ira TsabitaBoneka
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...